Materi Teks 2
زوجة تقية لا تحب الغيبة أو النميمة. ولا تتدخل فيما لا يعنيها. لذلك كانت تتحدث قليلا وتصمت كثيرا. وهذا ما كان يغضب زوجها حيث كان يطلب منها بعد عودته من العمل أن تخبره بأحوال الجيران وأسرارهم والخوض في أعراضهم وعوراتهم, وكثيرا ما أفهمته أن الله نهانا عن الغيبة والنميمة وكذلك النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا بالستر وحذرنا من الخوض في عورة وأعراض الناس. وذكرت له حديث النبي صلى الله عليه وسلم مَن تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيه المسلمِ ، تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَه. ولكن الزوج لم يهتم بكلامها وقام بتطليقها. وتزوج من قريبة له، كان طباعها مثل طباعه. وبعد أسبوع واحد من الزواج ذهبت الزوجة الجديدة إلى جارتها لتهنأها بمولودها الجديد. وسألتها إن كان زوجها قدم لها هدية ثمينة بهذه المناسبة. وعندما أجاب جارتها بالنفي، قالت لها أنت ليس لك قيمة عنده ثم تركتها وعادت إلى زوجها. وبعد ساعة واحدة سمع الزوجان شجارا بين الجار وزوجته وصل في النهاية للطلاق. فذهبت الجارة إلى الزوجة وهي تحمل مولودها وقالت لها: “حسبي الله ونعم الوكيل، لقد خربت بيتي بكلامك معي”. لم تهتم الزوجة بينما حزن زوجها على الطلاق الذي حدث بسبب زوجته وأخذ يفكر وفجأة أخذته الزوجة من تفكيره وقالت له: “من يدريك بأن شقيقك يريد منك مالا لعلاج ابنته بالتأكيد يشتغل طيبتك ويريد إنفاقها على أهوائه فلا تذهب غدا بأية نقود.عمل الزوج بنصيحتها وبعد أيام علم أن ابنة أخيه في حالة خطيرة وقبل أن يعاتب زوجته فوجئ ببعض الجيران يأتون إليه ويريدون لانتقام من زوجته التي أوقعت بين كثير منهم حتى صارت بينهم قطيعة. فاعتذر الزوج للجيران وندم كثيرا على قراره الخاطئ بتطليق زوجته التقية واستبدالها بزوجة تعشق الغيبة والنميمة والوقيعة بين الناس. وعلى الفور قام بتطليقها وأعاد زوجته الصالحة التي أخذته معها لزيارة ابنة شقيقه.
Terjemah Kosa Kata Sulit
Berikut adalah daftar kata-kata sulit beserta terjemahannya tanpa tanda kurung:
- تقية – Bertakwa, salehah
- الغيبة – Ghibah, menggunjing orang lain di belakangnya
- النميمة – Namimah, mengadu domba
- تتدخل – Ikut campur
- يعنيها – Berkaitan dengannya, menjadi urusannya
- الخوض – Membicarakan secara berlebihan, menyelidiki sesuatu yang tidak perlu
- الأعراض – Kehormatan seseorang
- العورات – Aib atau sesuatu yang harus ditutupi
- الستر – Menutupi aib atau kekurangan seseorang
- تتبع – Mengikuti, mencari tahu
- لم يهتم – Tidak peduli
- خربت – Merusak
- الوقيعة – Fitnah, menyebabkan perpecahan
- القطيعة – Memutus hubungan
- ندم – Menyesal
- استبدل – Mengganti
- الانتقام – Balas dendam
Terjemahan Teks
Seorang istri yang bertakwa tidak suka ghibah dan namimah. Ia juga tidak ikut campur dalam hal yang tidak ada kaitannya dengan dirinya. Oleh karena itu, ia lebih banyak diam dan hanya berbicara seperlunya.
Namun, hal ini membuat suaminya marah. Setiap kali pulang kerja, suaminya meminta agar ia menceritakan kabar para tetangga, membongkar rahasia mereka, serta membicarakan aib dan kehormatan mereka. Sering kali, ia menjelaskan kepada suaminya bahwa Allah melarang kita dari ghibah dan namimah, dan Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kita untuk menutupi aib orang lain serta memperingatkan kita agar tidak membicarakan kehormatan dan aib mereka.
Ia juga mengingatkan suaminya dengan sabda Nabi ﷺ:
“Barang siapa mencari-cari aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan membuka aibnya.”
Namun, suaminya tidak peduli dengan nasihatnya dan akhirnya menceraikannya. Lalu, ia menikahi seorang kerabatnya yang memiliki sifat serupa dengannya.
Hanya berselang satu minggu setelah pernikahan, istri barunya pergi mengunjungi seorang tetangga untuk mengucapkan selamat atas kelahiran bayinya. Kemudian, ia bertanya apakah suami tetangganya telah memberikan hadiah mahal sebagai tanda kebahagiaan atas kelahiran anak mereka. Ketika tetangganya menjawab tidak, ia pun berkata, “Berarti kamu tidak ada nilainya di matanya.” Setelah itu, ia meninggalkan tetangganya dan kembali ke rumahnya.
Hanya dalam waktu satu jam, terdengarlah suara pertengkaran antara suami istri tersebut hingga akhirnya berujung pada perceraian. Tetangga yang baru saja bercerai itu pun datang membawa bayinya dan berkata kepada istri si suami, “Hasbiyallah wa ni‘mal wakīl (Cukuplah Allah sebagai penolong, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung). Kamu telah menghancurkan rumah tanggaku dengan perkataanmu.”
Namun, istri si suami tidak peduli. Sementara itu, suaminya merasa sedih karena perceraian yang terjadi akibat istrinya. Ia pun mulai berpikir, tetapi tiba-tiba istrinya memotong pikirannya dan berkata,
“Siapa tahu saudaramu ingin meminta uang darimu untuk mengobati anaknya? Pasti dia hanya ingin memanfaatkan kebaikan hatimu dan membelanjakan uang itu untuk kepentingan pribadinya. Jadi, jangan berikan uang sepeser pun kepadanya besok.”
Suaminya mengikuti nasihatnya. Beberapa hari kemudian, ia baru mengetahui bahwa kondisi keponakannya sangat kritis. Sebelum sempat menegur istrinya, tiba-tiba beberapa tetangga datang untuk menuntut balas atas perbuatan istrinya yang telah menebar fitnah di antara mereka hingga menyebabkan permusuhan.
Akhirnya, suami itu meminta maaf kepada para tetangganya dan sangat menyesali keputusannya menceraikan istrinya yang bertakwa lalu menggantikannya dengan istri yang gemar bergunjing, mengadu domba, dan menebar fitnah di antara manusia. Tanpa ragu, ia pun menceraikan istri barunya dan kembali menikahi istri pertamanya yang salehah. Setelah itu, mereka berdua pergi mengunjungi keponakannya yang sedang sakit.

1 Comment
bismillah bisa