Materi Teks 1
شاب في السنة النهائية بكلية الطب. صعد إلى سيارة الركاب وجلس بجوار السائق. وقبل إقلاع السيارة من موقف الركاب، فوجئ الشاب بشخص قوي البنية لم يتكلم بكلمة، وأمسك بثيابه ثم ألقى به على الأرض وجلس مكانه. شعر الشاب بالمهانة وغضب غضبا شديدا ولكن الوقت لا يمكنه للتحدث أو التعبير عما بداخله حيث أن السيارة أقلعت. وعندما حاول شيخ كبير لتهدئته ومواساته، وقال له شاب والدموع في عينيه: “والله لو قال لي انزل لما حزنت. لقد احتقرني وعاملني بوحشية وأنا بعد أشهر سأصبح طبيبا”. ابتسم الرجل وقال له: “حاول أن تكظم غيظك ودع الأمر لله” وذكرّه بالآية الكريمة: {وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ}. صمت الشاب وانتظر السيارة التالية وركب بجوار الشيخ.
Terjemahan Per Kata
- شاب → Pemuda
- في → Di/dalam
- السنة → Tahun
- النهائية → Akhir
- بكلية → Di fakultas
- الطب → Kedokteran
- صعد → Naik
- إلى → Ke
- سيارة → Mobil
- الركاب → Penumpang
- وجلس → Dan duduk
- بجوار → Di sebelah
- السائق → Sopir
- وقبل → Dan sebelum
- إقلاع → Berangkat/lepas landas
- السيارة → Mobil
- من → Dari
- موقف → Tempat/terminal
- الركاب → Penumpang
- فوجئ → Terkejut
- الشاب → Pemuda itu
- بشخص → Oleh seseorang
- قوي → Kuat
- البنية → Postur tubuh
- لم → Tidak
- يتكلم → Berbicara
- بكلمة → Sepatah kata
- وأمسك → Dan memegang
- بثيابه → Pakaiannya
- ثم → Lalu
- ألقى → Melemparkan
- به → Dia (pemuda)
- على → Ke atas
- الأرض → Tanah
- وجلس → Dan duduk
- مكانه → Di tempatnya
- شعر → Merasa
- الشاب → Pemuda itu
- بالمهانة → Dihina
- وغضب → Dan marah
- غضبا → Kemarahan
- شديدا → Yang sangat
- ولكن → Tetapi
- الوقت → Waktu
- لا → Tidak
- يمكنه → Memungkinkannya
- للتحدث → Untuk berbicara
- أو → Atau
- التعبير → Mengungkapkan
- عما → Apa yang
- بداخله → Di dalam dirinya
- حيث → Karena
- أن → Sesungguhnya
- السيارة → Mobil
- أقلعت → Sudah berangkat
- وعندما → Dan ketika
- حاول → Mencoba
- شيخ → Seorang syekh (orang tua)
- كبير → Tua
- لتهدئته → Untuk menenangkannya
- ومواساته → Dan menghiburnya
- وقال → Dan berkata
- له → Kepadanya
- شاب → Pemuda
- والدموع → Dan air mata
- في → Di
- عينيه → Matanya
- والله → Demi Allah
- لو → Jika
- قال → Berkata
- لي → Kepadaku
- انزل → Turunlah
- لما → Maka tidak
- حزنت → Aku bersedih
- لقد → Sungguh
- احتقرني → Menghinaku
- وعاملني → Dan memperlakukanku
- بوحشية → Dengan kasar/brutal
- وأنا → Dan aku
- بعد → Setelah
- أشهر → Beberapa bulan
- سأصبح → Aku akan menjadi
- طبيبا → Seorang dokter
- ابتسم → Tersenyum
- الرجل → Lelaki itu
- وقال → Dan berkata
- له → Kepadanya
- حاول → Cobalah
- أن → Untuk
- تكظم → Menahan
- غيظك → Amarahmu
- ودع → Dan serahkanlah
- الأمر → Urusan
- لله → Kepada Allah
- وذكرّه → Dan mengingatkannya
- بالآية → Dengan ayat
- الكريمة → Yang mulia
- {وَأُفَوِّضُ → Dan aku menyerahkan
- أَمْرِي → Urusanku
- إِلَى اللَّهِ → Kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ → Sesungguhnya Allah
- بَصِيرٌ → Maha Melihat
- بِالْعِبَادِ} → Terhadap hamba-hamba-Nya
- صمت → Diam
- الشاب → Pemuda itu
- وانتظر → Dan menunggu
- السيارة → Mobil
- التالية → Berikutnya
- وركب → Dan naik
- بجوار → Di sebelah
- الشيخ → Orang tua itu.
Artinya:
Seorang pemuda tahun terakhir di kuliah kedokteran telah menaiki angkot dan duduk disamping supir, sebelum mobil berangkat dari terminal tiba tiba seorang pemuda yang kuat fisiknya datang memegang bajunya tanpa sepatah katapun dia melemparkannya ke tanah dan ia duduk ditempat pemuda (kedokteran) tersebut. Pemuda (kedokteran) itu merasa direndahkan dan menjadi sangat marah namun waktu yang tidak memungkinn untuk berbicara dan mengungkapkan apa yang ada di dalam dirinya saat mobil itu berangkat. Dan ketika seorang kakek tua mencoba untuk menenangkan dan menghiburnya pemuda (kedokteran) tersebut berkata kepada kakek dengan berlinang air mata: “Wallahi kalo dia berkata kepadaku turun maka aku tidak akan sedih. Sungguh dia meremehkan dan memperlakukanku dengan brutal sedangkan saya saya beberapa bulan lagi akan menjadi seorang dokter. Sambil tersenyum kakek itu berkata: “Tahanlah amarahmu dan serahkan urusan itu kepada Allah”, dan dia menyebutkan sebuah ayat yang artinya dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah, sesungguh Allah Maha Melihat akan hamba hambaNya. Pemuda itu terdiam sambil menunggu angkot selanjutnya dan duduk di samping kakek itu.

2 Comments
alhamdulillah
lebih baik di beri harakat saja min, masalahnya sebagian dari kami ada yang betul betul dari nol, jadi belum bisa baca arab gundul, terimakasih semoga bermanfaat.